Get the Connx App

Click here to learn more

connx-coin 50

by Connx ● March 12, 2024

Chandra Revo Founder Mad For Coffee - Vegan to Vegan

● Entrepreneur 5.0 0 333x bm-ic share-ic

Di tengah maraknya coffee shop di Ibu Kota, mencari tempat yang cocok bisa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang menjalani gaya hidup vegan atau memiliki intoleransi terhadap laktosa. Chandra Revo adalah salah satu yang merasakan kesulitan ini secara langsung. Sejak 2007, dia telah memilih untuk menjalani gaya hidup vegan.

Revo memilih vegan pada saat itu dikarenakan ia mengalami masalah dengan kelebihan berat badan atau overweight. Setelah berbagai jenis diet dicoba, tanpa hasil yang memuaskan, dia memutuskan untuk beralih menjadi vegan. 

Awalnya, keputusan ini muncul sebagai solusi untuk masalah berat badannya, tetapi seiring berjalannya waktu, dia menyadari bahwa gaya hidup vegan memberinya banyak manfaat lain, terutama bagi kesehatannya.

Menjalani gaya hidup vegan bukanlah hal yang mudah di tengah kota. Revo sering merasa kesulitan menemukan tempat makan yang menyediakan pilihan yang sesuai dengan prinsip vegannya. Hal ini yang membuatnya semakin termotivasi untuk menciptakan solusi bagi dirinya dan orang-orang lain yang mungkin mengalami kesulitan serupa.

Dari keresahan tersebut, akhirnya Revo dan tiga teman lainnya mendirikan coffee shop vegan di tengah ibu kota yang diberi nama Mad For Coffee. Coffee shop ini tidak hanya menyediakan minuman kopi dengan susu nabati, tetapi juga berbagai pilihan makanan ringan dan hidangan utama tanpa bahan-bahan hewani. 

“Jadi kenapa Mad For Coffee semua menunya vagan, karena 3 dari 4 orang founders nya ini adalah vegan. Jadi, aku, Firman dan Andovi itu sudah lama memilih gaya hidup sebagai vegan,” Ucap Revo saat diwawancarai oleh tim Connx. 

Menjadi Vegan Tidak Selalu Mahal 

Image Courtesy: connxid

Mereka sebagai konsumen juga merasa bahwa makanan dan minuman vegan seringkali dihargai dengan harga yang cukup tinggi. “Kayak kalau kita ke coffee shop, untuk pilihan oat milk misalnya itu pasti harganya di atas 50 ribu, dan itu menurut kita cukup mahal untuk sebuah kopi, makannya di Mad For Coffee ini kita mau buat kalau untuk jadi vegan itu nggak mahal dan bisa on budget” Ucap Revo. 

Revo juga sempat riset bahwa sekitar 70% penduduk Indonesia mengalami lactose intolerance. Namun, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa dirinya memiliki intoleransi laktosa, karena efek samping yang mungkin sangat ringan. 

“Tergantung symptoms atau dampaknya ke badan mereka either mild atau berat kayak ada yang cuma sakit perut atau kayak mules-mules tapi kan ada yang sampai alergi atau kena lambungnya nah itu kita berangkat dari situ sih sebetulnya,” lanjutnya. 

Dengan mendirikan Mad For Coffee ini selain bisa menyediakan tempat yang nyaman untuk mereka yang lactose intolerance, Revo juga berharap bisa membantu mengedukasi orang-orang tentang gaya hidup vegan dan juga dampak dari intoleransi laktosa itu sendiri. 

“Dari aware, akhirnya orang mungkin akan mencoba. Namun, kembali lagi, jika pasarannya terbatas, pertumbuhannya juga akan sulit. Oleh karena itu, harapanku adalah semoga di masa depan akan ada lebih banyak restoran yang menyediakan pilihan vegan," kata Revo.

Mad For Coffee Mengincar Pasar Gen Z 

Image Courtesy: connxid

Revo mengungkapkan bahwa Mad For Coffee memiliki fokus pada pasar Gen Z dan Millenials, yang dianggapnya sebagai target utama. Ia menyadari bahwa pasar vegan cenderung kecil, atau dalam kata lain, bersifat niche. 

Namun, ia melihat hal ini sebagai keuntungan karena dapat menjadi titik penjualan unik bagi mereka dalam industri F&B yang sangat kompetitif. Menurut Revo, komunitas memainkan peran penting dalam pertumbuhan bisnis F&B, sehingga mereka berusaha membangun hubungan dengan komunitas mereka.

Di sisi lain, Revo juga menyadari pentingnya menembus pasar yang lebih luas, termasuk kalangan non-vegan. Oleh karena itu, Mad For Coffee melakukan berbagai strategi branding yang ditujukan untuk menarik perhatian pasar target mereka. 

Mereka menciptakan gelas-gelas yang menarik dan unik, serta menggunakan warna-warna yang mencolok seperti Terakota. Logo mereka juga dirancang dengan elemen yang menyenangkan, dengan ikon seorang juggler yang menggambarkan kesenangan. 

“Stainless steel cup Mad For Coffee itu menjadi daya tarik untuk anak-anak muda, karena mungkin again bagi mereka ini cukup aesthetic. Kemudian karena konsep yang kita usung ini homey jadi orang cukup nyaman dan betah lama-lama di sini,” Ucap Revo. 

Mendengar Semua Keluh Kesah Konsumen 

Image Courtesy: connxid

Revo menjelaskan bahwa dia masih sangat terlibat dalam menangani keluhan dari konsumen. Setiap kali ada keluhan dari pelanggan, baik melalui review online maupun pesan langsung melalui DM Instagram, dia yang langsung terlibat dalam menanganinya. 

Tujuannya adalah untuk memahami dengan jelas alasan di balik ketidakpuasan konsumen dan apa yang menjadi keluhan mereka. Dia melihat langkah ini sebagai hal yang sangat penting dalam menjaga kualitas produk dan terus meningkatkannya.

Dari perspektifnya, Revo menganggap semua masukan dari konsumen sangat serius. Dia menekankan bahwa setiap keluhan diterima dengan sungguh-sungguh, dan upaya maksimal dilakukan untuk menangani setiap situasi yang timbul. 

Meskipun menyadari bahwa beberapa konsumen mungkin merasa kesal, pada akhirnya, tujuannya tetap hanya satu: memberikan penanganan yang terbaik untuk setiap keluhan yang diterima.

Masa Depan Mad For Coffee

Image Courtesy: connxid

Revo dan founder lainnya memiliki visi untuk Mad For Coffee agar memiliki kehadiran minimal di beberapa lokasi strategis di area-area yang kami lihat memiliki potensi pasar yang cukup, meskipun tidak sebanyak coffee shop chain besar. 

“Target kami adalah realistis, dengan harapan setidaknya memiliki satu cabang di setiap distrik utama di Jakarta, seperti Jakarta Utara, Pusat, Barat, dan Selatan. Kami ingin menjadi pilihan bagi masyarakat di setiap daerah tersebut,” Harapan Revo. 

Selain itu, mereka juga berharap dapat membuka cabang di luar kota, dan bahkan berusaha untuk melakukan ekspansi internasional di masa depan. Mereka percaya bahwa di luar negeri, kesadaran akan produk-produk seperti yang ditawarkan akan jauh lebih tinggi. 

Namun, sebelum itu, mereka akan fokus untuk memperbaiki operasional dan logistik di dalam negeri, sehingga ketika waktunya tiba, Mad For Coffee siap untuk melakukan langkah yang lebih besar.

Image Courtesy: connxid



 

Beri rating artikelnya!

Seberapa puaskah kamu?

coin

Selamat kamu berhasil dapetin Connx Coin! Terus explore untuk mendapatkan Coin lebih banyak!