Get the Connx App

Click here to learn more

connx-coin 50

by Connx ● December 08, 2023

Sosok - Wake Up Iris! - Musik Bukan Sekadar Pekerjaan atau Hobi, Tetapi Makna Hidup

● Improvement 5.0 1 1,1k bm-ic share-ic

Perjalanan musikal band Wake Up Iris! menjadi sebuah kisah yang memikat, memulai langkahnya sebagai kelompok musik independen yang tumbuh dari semangat dan keinginan untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Dengan akar yang kuat dalam genre indie rock, Wake Up Iris! mampu menarik perhatian pendengar melalui kombinasi harmonis antara lirik yang mendalam dan aransemen musik yang inovatif

Image courtesy: Wake Up Iris! 

Wake Up Iris! yang beranggotakan Vania Marisca dan Bie Paksi didirikan sejak tahun 2015, “Kami memang sama-sama di dunia musik tapi sempat stuck untuk main musik karena kesibukan masing-masing dan pas kita ketemu lagi, mimpi-mimpi kita yang dulu kebangun lagi, makanya ada nama Wake Up di band kami” ucap Vania

Sedangkan nama Iris sendiri mengambil nama dewi yunani yang memiliki arti dewi pelangi. Pemberian nama Iris sendiri dimaksudkan dengan tujuan agar dapat memberikan warna yang beragam bagi penikmat musik mereka maupun untuk personel band sendiri. Wake Up Iris! banyak terinspirasi dari soundtrack film yang menjadi referensi bagi musik mereka.

“Kita berdua sama-sama suka nonton film bahkan kita tonton sampai credit scenenya, itu karena kita penasaran sama musiknya, makanya soundtrack film jadi salah satu referensi kita,” kata Bie.

Image courtesy: Wake Up Iris! 

Salah satu keunikan dari lagu yang dilantunkan Wake Up Iris! adalah menyelipkan lirik berbahasa Swedia dan Jerman. Rupanya hal ini dilatarbelakangi ketika Vania ingin menyampaikan suatu perasaan dengan bermain bahasa kemudian dituangkan ke dalam lirik lagu. Vania sendiri mengaku bahwa dalam menyampaikan rasa dan energi kepada pendengar, seorang musisi tidak perlu terpaku pada satu bahasa tertentu, tidak ada salahnya mengeksplor bahasa lain. 

Sebagai band yang dilahirkan di Malang, dalam proses menciptakan lagu pun Vania dan Bie mengambil inspirasi dari kondisi alam dan budaya Malang. Vania sendiri kerap mendatangi berbagai situs sejarah di Malang secara langsung untuk mengambil inspirasi bagi lirik lagunya. Tak jarang Vania dan Bie mendapat inspirasi baik secara filosofis maupun historis dari kondisi alam dan budaya kota Malang.

Seni dan tantangan bagi Wake Up Iris!

Kecintaan Vania dan Bie terhadap musik begitu mendalam, bagi mereka berdua yang berkutat di bidang seni musik, musik bukan sekadar bentuk ekspresi artistik, melainkan kekuatan yang mampu meresap dalam jiwa setiap pendengarnya. Lirik-lirik yang disampaikan melalui melodi yang indah dapat menjadi lebih dari sekadar kata-kata, melainkan memiliki kemampuan untuk menyentuh hati, membangkitkan emosi, dan bahkan memunculkan doa-doa yang tersembunyi di dalam relung-relung hati pendengar.

Hal ini tentu saja mempengaruhi pada lagu-lagu Wake Up Iris! yang didengar oleh penggemar mereka, Vania dan Bie sama-sama ingin menyemangati penggemar mereka agar terus bangkit dan memiliki harapan. Bagi mereka, setiap orang harus berani menjadi diri sendiri, dengan begitu berbagai kesempatan akan terbuka dan menciptakan momentum untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Hal inilah yang berusaha disampaikan Wake Up Iris! Kepada setiap pendengar musiknya.

Image courtesy: Wake Up Iris! 

Menjalani kehidupan sebagai musisi tentu tidak lepas dari beragam rintangan, namun Vania dan Bie mampu menjawab tantangan tersebut dengan elegan. Bagi Bie, mereka perlu membangun satu-persatu karir mereka kemudian membuktikan kepada orang sekitar agar orang lain percaya bahwa jalan sebagai musisi adalah keputusan yang tepat. Vania juga mengungkapkan bahwa masih banyak orang yang menganggap bahwa musik hanya sebatas hobi, bukan sebagai sebuah profesi yang menghasilkan.

“Banyak anak muda disekitar kita yang pengen terjun ke dunia musik, tapi sayang sekali masih tidak direstui keluarganya sehingga menjadi terhambat, itu sangat kita sayangkan,” kata Vania.

Vania dan Bie berpendapat bahwa masih ada kurangnya pelatihan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pelaku industri musik, khususnya dalam aspek manajemen band. Mereka berpendapat bahwa ketidaktersediaan pelatihan yang memadai di dalam negeri mendorong banyak pelaku industri musik untuk mencari pembelajaran di luar negeri. Dalam konteks manajemen band, keahlian ini dianggap krusial untuk memajukan karier dan mengoptimalkan potensi para musisi. Sayangnya, kebutuhan ini belum sepenuhnya terpenuhi di tanah air, mendorong pelaku industri kreatif harus mencari ilmu dan wawasan di luar negeri

Pandangan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri musik di Indonesia, di mana kurangnya dukungan dari pemerintah bagi pelatihan lokal dapat menjadi hambatan dalam membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan industri. Vania dan Bie secara tidak langsung menekankan perlunya peningkatan investasi dalam program pelatihan dan pendidikan yang lebih spesifik untuk industri musik untuk para talenta lokal.

Menciptakan karya juga menjadi fokus utama bagi Wake Up Iris!, Vania dan Bie juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam usahanya untuk memperluas jangkauan dan mengikuti dinamika industri musik yang terus berkembang, Wake Up Iris! mengambil langkah berani dengan menghadiri ASEAN Music Showcase Festival yang digelar di Singapura tahun lalu. Acara tersebut menjadi panggung internasional yang memberikan kesempatan bagi band ini untuk memperkenalkan karya-karya mereka kepada penonton yang lebih luas dan menjalin jaringan dengan musisi dari berbagai negara di wilayah ASEAN. 

Image courtesy: Wake Up Iris! 

Vania merasa bahwa banyak musisi tidak menyadari perbedaan antara showcase music festival dan festival biasa. Pada festival musik biasa, yang hadir mungkin hanya para penikmat musik. Namun, pada showcase, hadir pemilik festival, promotor, booking agent, label rekaman, dan media yang khusus datang untuk menyaksikan para musisi yang diundang tampil di depan mereka.

“Sebagai musisi kita ditantang untuk kreatif bagaimana caranya kita ngundang baik musisi dan delegasi dari negara lain datang ke acara kita terus senang dengan karya kita, jadi kita harus kreatif,” Ucap Vania. 

Karena tampil di showcase ini merupakan tahun ke 3 untuk Wake Up Iris! Vania dan Bie membagikan tips mereka agar dapat dilirik oleh para delegasi dari berbagai negara untuk datang ke showcase mereka. Tidak hanya tampil dengan penampilan panggung yang memukau, tetapi mereka juga menggunakan pendekatan kreatif untuk menarik perhatian penonton. Salah satu strategi yang mereka pilih adalah dengan mendistribusikan flyer berisi teka-teki silang. 

Langkah ini tidak hanya berhasil menciptakan rasa penasaran di antara penonton, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi dan keberanian untuk berbeda adalah kunci untuk mencuri perhatian di dunia musik yang kompetitif. Dengan demikian, partisipasi mereka dalam festival tersebut bukan hanya tentang promosi, tetapi juga tentang menjelajahi cara baru untuk terus relevan dan memikat audiens di era musik yang terus berubah.

Sekolah musik jadi harapan masa depan Wake Up Iris! 

Wake Up Iris! memandang masa depan mereka dengan penuh harapan, mereka berkeinginan untuk terlibat dalam proyek-proyek soundtrack film sebagai bagian dari perkembangan kreativitas mereka. Dalam perjalanan musik mereka, band ini telah menemukan inspirasi yang mendalam dalam soundtrack film yang mampu menghadirkan atmosfer dan emosi yang mendalam. 

Dengan harapan untuk memberikan kontribusi pada dunia perfilman, Wake Up Iris! bermimpi untuk menciptakan musik yang menghiasi adegan-adegan berkesan pada pengalaman menonton. Dengan cita-cita ini, Wake Up Iris! mengejar tujuan untuk menciptakan karya-karya yang tak hanya membangkitkan emosi di dunia musik, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi yang menyentuh di dunia perfilman.

“Kita pengen banget terlibat dalam pembuatan soundtrack film, apalagi kita juga suka dengerin dan dapat inspirasi dari soundtrack film,” tutur Vania.

Baik Vania dan Bie juga sempat menyuarakan keresahan mereka akan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pelaku industri seni. Untuk membantu mengatasi permasalahan ini, personil Wake Up Iris! tersebut juga bercita-cita untuk membangun sekolah kreatif untuk membantu anak-anak Indonesia yang ingin terjun ke industri kreatif. 

Image courtesy: Wake Up Iris! 

Vania dan Bie tidak hanya mendorong pemerintah untuk lebih peduli dengan pelaku kreatif Indonesia, namun mereka ingin memberikan kontribusi nyata untuk membantu calon seniman yang akan mewarnai industri musik.

“Ada sih cita-cita kami dalam jangka panjang, kami ingin membangun sekolah kreatif yang bisa membantu mereka yang ingin terjun ke industri kreatif tapi belum punya kesempatan itu,” ujar Vania.

Tidak hanya itu, Wake Up Iris! Juga akan merilis album terbaru mereka di paruh awal tahun 2024. Bagi para penggemar setia Wake Up Iris!, periode menuju perilisan album ini menjadi waktu yang penuh dengan antisipasi dan rasa tidak sabar. 

Pesan ini menjadi sebuah undangan untuk tidak melewatkan momen berharga ini. Jelang paruh awal tahun 2024, diperlukan ketelitian dan kepekaan untuk tidak ketinggalan detik-detik emas ketika album ini akhirnya meluncur.

Penulis: Tri Yuniwati Lestari

Beri rating artikelnya!

Seberapa puaskah kamu?

photo profile

Dhito

Perjalanan yg keren..keep up the good work guys

18 February 2024

coin

Selamat kamu berhasil dapetin Connx Coin! Terus explore untuk mendapatkan Coin lebih banyak!