Get the Connx App

Click here to learn more

connx-coin 50

by Connx ● January 19, 2024

Sosok - Moccatune - Mengingat Kenangan Indah di Bangku Sekolah

● Improvement 5.0 1 1,1k bm-ic share-ic

Di sebuah kota kecil di Indonesia, ada sekelompok anak muda kreatif yang memiliki hasrat besar terhadap seni. Mereka tergabung dalam sebuah grup bernama Moccatune, sebuah kelompok konten kreator yang menciptakan musik dalam bentuk video musik bergaya Manga (Komik Jepang) dengan lirik berbahasa Indonesia namun memiliki nuansa khas Jepang.

Cerita Moccatune dimulai pada tahun 2018 ketika Satriagung Caesar Wijaya (Satria) dan Naufal Tiakandy (Tio) memiliki keinginan untuk menciptakan karya musik yang unik dibandingkan dengan yang sudah ada saat itu. Meskipun di awal karir Moccatune hanya Satria dan Tio sebagai personil tetap, namun mereka tidak menjalani perjalanan ini sendirian. Beberapa orang berbakat turut membantu Moccatune dalam mewujudkan setiap karya mereka.

Baca Juga: Sosok - Christabel Annora - Set Meaningful Goals to Create Reality!

Awal Terbentuk Moccatune

Image courtesy: Moccatune

Mereka bercita-cita menyampaikan cerita melalui seni dengan menggabungkan musik dan cerita menjadi satu kesatuan harmonis. Satria, keyboardis Moccatune, menceritakan awal terbentuknya grup content creator ini. Pada tahun 2018, Satria ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dari format musik video pada umumnya, ia tidak ingin sekadar mengikuti tren yang ada.

“Dengan kita mengikuti apa yang orang lain lakukan, tidak akan membuat kita ada bedanya. Makannya aku dan Tio memikirkan gimana caranya kita bisa tampil beda dan tidak hanya sekedar ikut tren saja,” ucap Satria.  

Tio memberikan ide untuk mengemas karya mereka sebagai sebuah cerita. Mereka merasa bahwa dengan cara ini, mereka dapat memberikan dimensi baru pada musik mereka. Konsep awalnya adalah menciptakan lirik yang seperti membaca sebuah cerita, dengan lagu sebagai musikalisasinya.

Namun, tantangan muncul ketika mereka memikirkan bagaimana visualisasi cerita mereka. Teman mereka, yang terlibat dalam dunia ilustrasi, memberikan saran untuk menggunakan ilustrasi sebagai medium visual. Meskipun awalnya ragu, mereka tertarik dengan ide tersebut.

Seiring waktu, mereka menemukan ilustrator dengan gaya yang mengingatkan pada komik Jepang atau manga. Meskipun tidak ada niatan khusus untuk terlihat "Jepang," mereka memutuskan untuk mengikuti arah ini. Ilustrasi yang dihasilkan berhasil menciptakan estetika yang mereka cari.

Konsep utama Moccatune menjadi solid: "Musical Storytelling Content." Mereka memulai dengan membuat cerita, mendekatkannya serapat mungkin ke pengalaman sehari-hari, lalu menggambarkannya melalui ilustrasi manga. Ini tidak hanya memberikan dimensi baru pada karya musik mereka, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti film atau seri, tanpa kehilangan fokus pada inti konsep mereka.

Moccatune merilis karya pertama mereka, sebuah video musik berjudul "Tentangmu". Kemudian Moccatune mulai dikenal oleh masyarakat lewat lagu "Diam-Diam Aku Suka". Setiap video musik yang mereka hasilkan tak hanya menghadirkan melodi yang memikat, tapi juga membawa penonton dalam petualangan ilustrasi yang bercerita. 

Moccatune terkenal dengan keunikannya dalam mengusung konsep story telling dalam setiap karyanya. Setiap lagu menjadi bagian dari narasi yang lebih besar, dengan ilustrasi manga yang memadukan cerita cinta, pertemanan, dan petualangan remaja. 

Arti Dibalik Nama Moccatune 

Image courtesy: Moccatune

Moccatune memiliki tujuan untuk menginspirasi dan menghibur penonton mereka. Mereka percaya bahwa seni adalah sarana untuk menyampaikan emosi, dan setiap karya mereka mencerminkan perasaan dan pengalaman sehari-hari remaja. Lagu-lagu mereka tidak hanya menghipnotis telinga, tetapi juga menyentuh hati dan jiwa orang-orang yang mendengarkannya.

Nama Moccatune sendiri menjadi simbol dari filosofi grup ini. "Mocca" mewakili warna yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, mencerminkan masa remaja yang penuh warna. Sementara "Tunes" merujuk pada alunan melodi yang menyenangkan dan menggemaskan. Secara keseluruhan, Moccatune memberikan nada-nada remaja yang mencerahkan dan menggugah semangat.

Dengan setiap karya yang mereka hasilkan, Moccatune tidak hanya menjadi grup musik biasa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengejar impian mereka, mengekspresikan kreativitas, dan menemukan keindahan dalam seni. Mereka adalah bukti bahwa ketika musik dan seni bergabung, mereka bisa menciptakan kisah yang tak terlupakan dan menginspirasi seluruh generasi.

Baca Juga: Sosok - Atlesta - Berani Jungkir Balik untuk Perjuangkan Sebuah Mimpi

Mencoba Peruntungan Baru

Setelah berjalan selama 4 tahun, Moccatune melihat adanya pergeseran dalam pasar dan penurunan jumlah penggemar mereka. Alih-alih menyerah pada situasi, Moccatune memutuskan untuk terus melakukan peningkatan agar dapat terus menciptakan karya yang diminati oleh banyak orang.

“Kami melihat perkembangan dari konten berbentuk ilustrasi yang telah kami buat, minatnya semakin berkurang. Mungkin sebagian fanbase kami mengasumsikan bahwa kami akan terus mengusung gaya Jepang, padahal kami tidak memiliki niatan demikian,” ucap Satria.

Dari situ, Moccatune merasa perlu menciptakan konsep baru yang dianggap lebih berani dan berbeda. Akhirnya, pada tahun 2023, Moccatune mengambil langkah mengejutkan dengan ekspansi brand dan meluncurkan format band dengan formasi yang melibatkan Anya Junor (Vokal), Satriagung Caesar Wijaya (Keyboard), Fahri Syadia (Gitar), Hendra Wicaksono (Bass), dan Qohhar Mumut (Drum).

Namun, meskipun Moccatune kini sudah berformat band, Satria memastikan bahwa series yang membantu membesarkan nama mereka akan tetap berlanjut. Meski ia meminta penggemar untuk sedikit bersabar, karena kemungkinan perilisan series Moccatune akan memakan waktu lebih lama.

Ingin Membawa Vibes 2000-an Kembali

Moccatune memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali nuansa tahun 2000-an dengan membawa lagu-lagu yang menggambarkan cerita remaja. Mereka ingin mengingatkan atmosfer di mana band-band pada masa itu membawakan lagu-lagu yang mencerminkan perasaan anak-anak remaja.

“I'm sure kita semua juga sadar, kayak sekarang tuh udah gak begitu ada lagu tentang remaja, karena band maupun soloist yang remaja membawakan lagu-lagu dewasa yang tidak menggambarkan perasaan remaja malu-malu saat jatuh cinta pertama kalinya,” ucap Anya. 

Satria juga turut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kurangnya lagu-lagu tentang remaja saat ini. Menurut Satria sendiri konsumsi karya seni dapat memengaruhi cara kita hidup, berbicara, berperilaku, berpakaian, dan sebagainya. 

Oleh sebab itu, Moccatune berusaha membangun sebuah budaya yang menginspirasi remaja untuk kembali merasakan dan menghargai masa remaja, bukan hanya berperilaku seperti orang dewasa.

“Karena untuk lagu itu nggak ada lembaga sensor kayak film, jadi kita yang harus bisa menyesuaikan apa yang kita dengar sesuai dengan usia kita,” Ucap Satria. 

Sosok Inspirasi untuk Moccatune dalam Berkarya

Satria bercerita, Satria kecil sangat mengagumi Kevin Aprilio yang merupakan keyboardist dari band Vierra. Melihat Kevin bermain dengan bandnya pada masa itu menjadi inspirasi Satria untuk bisa membuat band di masa depan. 

“Kevin Aprilio itu adalah orang yang menginspirasi aku untuk belajar main piano. Tapi saat itu aku belum punya piano, akhirnya aku belajar sama temanku sampai bisa. Barulah akhirnya orang tuaku beliin aku piano,” ucap Satria. 

Image courtesy: Moccatune

Sedangkan bagi Anya, sebagai musisi dan penulis lagu, menganggap Alan Menken sebagai sosok inspirasinya. Alan Menken dikenal sebagai salah satu penulis utama lagu-lagu Disney, terutama pada periode Disney Renaissance, yang mencakup film-film dengan princess-princess. 

Setiap lagunya, menurut Anya, memiliki cerita yang kuat. Pengalaman menonton film-film Disney dengan lagu-lagu yang diciptakan oleh Menken memberikan inspirasi kepada Anya dalam berkarya. Anya percaya bahwa esensi dari karya seni adalah menjadikannya terasa magis, menyentuh, dan bercerita.

Inspirasi dari karya-karya Alan Menken mendorong semangat Anya dalam bermusik. Dia percaya bahwa jika Menken bisa menciptakan lagu-lagu yang begitu magis, maka dia juga mampu menciptakan sesuatu yang serupa melalui proyek musiknya sendiri dengan Moccatune.

"Kalau Alan Menken bisa bikin lagu semagical lagu-lagu Disney aku juga bisa sama Moccatune," kata Anya.

Baca Juga: Sosok - Girl and Her Bad Mood - Kebersamaan dan hobi dalam bermusik

Best Part of Being Moccatune

Dalam dunia musik yang penuh dengan keberagaman, seringkali Anya merasa sulit untuk menemukan orang yang benar-benar memiliki passion tulus terhadap seni. Namun, semua itu Anya dapat temukan dalam band ini.  

"Aku yakin berkarir di Moccatune karena orang-orangnya itu benar-benar punya passion yang tulus. Dari menciptakan musik dan menyampaikan pesan. Aku rasa kayak nggak banyak aku ketemu seniman seperti ini," ujar Anya dengan penuh antusias.

Anya menyadari bahwa tidak banyak musisi yang juga merupakan seniman sejati, dengan misi mulia dan tulus dalam berkarya. Bagi sebagian besar dari mereka, musik hanyalah sebuah hobi, tempat untuk melarikan diri dari kehidupan sehari-hari. Namun, bagi orang-orang yang ditemuinya di Moccatune, musik adalah kehidupan nomor satu.

Image courtesy: Moccatune

"Dengan setulus ini dalam berkarya, dengan attitude yang setangguh ini, apapun rintangan yang ada kedepannya bisa kita lalui dengan mudah. Moccatune ini memang menjadi tim terhebat yang pernah aku miliki" tambahnya.

Sedangkan bagi Satria, Moccatune adalah rezeki dan jawaban untuk hidupnya. "Moccatune seringkali menjadi jawabannya. Kayak ketika aku berusaha mencari peluang di tempat lain, peluang dan kesempatan yang datang itu balik lagi karena Moccatune,” ucap Satria. 

"Mas ini ya produsernya Moccatune ya. Bisa enggak ini ada job gini?" Secara tidak langsung, Moccatune menjadi katalisator yang membuka pintu bagi kesempatan-kesempatan baru.

Seberapa jauh pun usaha untuk menghindar, Satria menyadari bahwa hidupnya selalu membawanya kembali pada jalur yang telah ditentukan. "Jadi, sejak aku menyadari hal itu. Jadi. Aku sudah memilih Moccatune untuk jalan hidup aku," tutupnya dengan rasa penuh keyakinan.

Bagi Satria, Moccatune bukan hanya sekadar band, melainkan soundtrack hidup yang membimbingnya melalui setiap liku-liku perjalanan hidup.

Penulis: Tri Yuniwati Lestari

Beri rating artikelnya!

Seberapa puaskah kamu?

photo profile

Dhito

Support local heroes

18 February 2024

coin

Selamat kamu berhasil dapetin Connx Coin! Terus explore untuk mendapatkan Coin lebih banyak!