Get the Connx App

Click here to learn more

connx-coin 50

by Connx ● December 19, 2022

Sosok: Bella Hutabarat & Akira Dwipayana - Bringing togetherness with good food in a yakitori bar

● Entrepreneur 5.0 0 3,3k bm-ic share-ic

"The success of a restaurant is not just about the food, it's about the people." - Danny Meyer

Kesuksesan sebuah restoran itu tidak hanya selalu mengenai makanan yang disajikan, tapi mengenai orang. Orang di sini tidak hanya mencakup staf yang bekerja di dapur, tapi juga para pengunjung yang datang. Membangun suasana tertentu dapat menjadi faktor yang membuat seorang pengunjung tertarik untuk kembali lagi atau tidak.

Pada dasarnya, memulai bisnis makanan dan minuman bisa menjadi pengalaman yang menantang namun menghasilkan bagi setiap pengusaha. Namun bagi tim suami dan istri, proses menciptakan dan menjalankan bisnis F&B yang sukses bisa sangat berharga.

Itulah yang dilakukan Bella Hutabarat dan Akira Dwipayana. Menjalin hubungan sejak 2019 dan menikah di tahun 2022, keduanya memutuskan untuk membangun usaha agar terlepas dari rasa jenuh yang mereka rasakan dari pekerjaan kantoran. Bersama teman mereka, Banny, yang bekerja sebagai chef, mereka memulai bisnis makanan yakitori dengan mengusung nama usaha “Irotikay” pada 2021. Bermula dari gerobak, sekarang “rumah” mereka menjelma menjadi restoran yang perlahan menjawab mimpi pasutri ini.

Berlokasi di gedung Humble House yang tidak jauh dari tempat gerobak mereka dulu, Bella dan Akira tidak menyangka kalau ternyata visi mereka dapat dicapai hanya dalam waktu setahun. Too good to be true, tapi inilah mimpi yang coba mereka hidupi.

Mematahkan mitos yang mengatakan membangun bisnis dengan pasangan itu ide yang buruk

Mungkin kamu pernah mendengar kata-kata seperti “Jangan membangun bisnis bersama teman, keluarga, apalagi pacar.” Biasanya pendapat seperti itu dilontarkan karena takut akan ada konflik kepentingan yang timbul, apalagi ketika bisnisnya melibatkan orang luar yang bisa memberikan dampak negatif kepada mereka. Either kamu kehilangan kerabat, atau kehilangan uang.

Tapi, baik Bella maupun Akira mencoba mematahkan mitos tersebut. Menurut Bella, merintis bisnis bersama orang dekat, terlebih pasangan tidak semudah yang dilihat dan kita harus benar-benar menggunakan logika dibanding perasaan untuk menghindari konflik terjadi. 

“Gue dan dia, mau di hubungan kita berdua atau di pacaran itu punya strength dan weakness yang bisa saling melengkapi banget, dan itu yang paling penting di dalam bisnis,” tutur Bella.

Image via CONNX/Ilham Gunawan

“Karena kita udah pacaran, kita udah sama-sama tau gitu kalau misalnya gue butuh apa dia harus ngapain. Kalau misalnya gue lagi kurangnya disini dia harus ngisi apa,” lanjutnya. 

Meskipun begitu, tidak berarti semua berjalan dengan baik-baik saja. Hampir setiap hari mereka berbeda pendapat mengenai hal-hal tertentu soal bisnis yang mereka dirikan. Tapi, mereka tidak pernah membawa urusan di bisnis ke kehidupan pribadi mereka. Kembali lagi, ini semua soal logika. Kalau kita mengesampingkan urusan hati dalam bekerja, maka semuanya dapat berjalan dengan lancar dan semestinya. 

Image via CONNX/Ilham Gunawan

Dari gerobak hingga rumah kedua

Semua perjalanan bermula dari suatu tempat. Untuk Irotikay, tempat itu berbentuk gerobak dan terletak di sisi jalan suatu daerah di Jakarta Selatan. Sekarang, mereka bermarkas di sebuah gedung kolektif yang berlokasi tidak jauh dari tempat gerobak mereka dulu. Tapi  pada kala itu, mereka mungkin tidak akan mengira kalau tempat baru mereka akan bertempat beberapa langkah saja. 

Image via Instagram/@irotikay_

Bergelut dengan ketidakpastian dan segala kekurangan, hal-hal tersebut tidak mematahkan semangat Bella dan Akira. Sebenarnya mereka ingin langsung mendirikan Irotikay sebagai restoran atau bar, tapi karena keterbatasan biaya mendorong mereka untuk bermula dari awal yang sederhana. Tapi justru karena segala keterbatasan itu mereka bisa beradaptasi dan berkembang dari keadaan sehingga sekarang Irotikay sudah memiliki tempat yang layak.

Kenapa yakitori dan izakaya?

Alasan kedua pasangan suami istri ini memilih konsep yakitori bar sebagai fokus utama bisnis makanan mereka berawal ketika Bella sedang liburan ke Jepang. Melihat izakaya yang ada di Jepang, Bella mempertanyakan kenapa konsep yang serupa belum begitu banyak didirikan di negeri tanah airnya.

Di Indonesia, bar itu identik dengan tempat yang bising. Sedangkan itu bukan hal yang ingin diwujudkan oleh Bella dan Akira. Meskipun mengusung konsep bar juga, tapi bar yang mereka dirikan lebih bertemakan seperti bar Izakaya di Jepang, sebuah resor untuk bersantai setelah kerja keras seharian. Dan yang paling penting, tempat orang merasa nyaman, layaknya di rumah idaman, berkumpul bersama teman.

Image via CONNX/Ilham Gunawan

Lalu, melalui riset, Bella menemukan kalau makanan yang paling cocok dengan lidah warga Indonesia adalah nasi goreng dan sate. Tapi karena sate Indonesia terlalu banyak, Bella mengambil ide sate Jepang atau yakitori yang biasanya disajikan di Izakaya, kudapan ringan untuk menemani waktu bersantai dan minum sepulang kerja.

“Yakitori dan restoran jepang itu fancy-fancy semua, lo kalau mau nyari Japanese restaurant pasti yang diliat duluan harganya.”

Melihat hal itu, mereka memutuskan untuk mengusung konsep bisnis makanan yakitori yang murah dan terjangkau dengan tema utama kebersamaan antar konsumen. 

Makna “Irotikay”

Bagi Bella dan Akira, keduanya menyimpan makna yang berbeda mengenai Irotikay itu sendiri. Bagi Bella Irotikay adalah keluarga. Untuk Akira, Irotikay seperti ladang. 

Ladang yang dimaksud adalah bentuk tanggung jawab Akira untuk mengubah visi Irotikay menjadi sesuatu yang berguna bagi orang lain. Karena pada akhirnya dia memiliki kepercayaan kalau semua usaha yang telah ia kerjakan harus menghasilkan dan harus bermanfaat.

“Perusahaan ini tuh sebenernya ladang, di mana di sini adalah bentuk tanggung jawab gue atas visi apa yang sudah ada dalam diri gue ini untuk gue jadiin sesuatu yang berguna bagi orang lain.” ungkap Akira. 

Sedangkan bagi Bella, Irotikay adalah keluarga, baik dari karyawan yang bekerja di dalamnya serta customer yang datang berkunjung ke yakitori bar mereka. Sejak awal, keduanya memang ingin menyediakan tempat untuk saling bercengkrama, untuk saling mengenal dengan orang baru dan merasa kalau tempat yang mereka bangun itu lebih dari sebatas ‘tempat makan’, tapi tempat berbagi.

Image via CONNX/Ilham Gunawan

“Tugas gua disini bukan cuma sebatas menggaji mereka aja, tapi gua bertanggungjawab juga untuk gimana caranya mereka bisa mengerjakan sesuatu disini dengan skill yang mereka punya dan mengembangkan potensinya.”

“Value di Irotikay itu family-nya juga bisa dirasakan sama customer kita. Dengan tempat yang sekecil ini, semua orang bisa tau satu sama lain. Misal pas lagi event, pas lagi karaoke night. Meja sini sama meja sini bisa saling temenan karena mejanya ga jauh-jauh.”

Irotikay, next step and beyond

Pastinya untuk setiap usaha, terlebih yang bergerak di bidang F&B, selalu ada keinginan untuk terus berkembang. Sama halnya dengan Irotikay. Dengan sudah berdiri sebagai PT bernama PT Inspirasi Damai Sejati, mereka berdua ingin ketika membangun bisnis, semuanya bisa berkelanjutan dan berkembang. Dari segi perusahaan, Irotikay memiliki visi tidak hanya untuk menjadi bisnis makanan saja, tapi bisa menggapai impian lebih tinggi, seperti membangun grup F&B. Tapi Akira mengatakan kalau seiring berjalannnya waktu, tidak menutup kemungkinan bahwa Irotikay akan menjajal lebih banyak ruang di industri. 

Tapi yang terpenting, mereka ingin berbagi kehangatan yang sekarang ini hanya bisa dirasakan di Jakarta. Kedepannya, Bella dan Akira berencana untuk membuka ‘rumah-rumah’ baru di berbagai kota di Indonesia. Rumah yang ramah untuk menemukan keluarga.

Beri rating artikelnya!

Seberapa puaskah kamu?

coin

Selamat kamu berhasil dapetin Connx Coin! Terus explore untuk mendapatkan Coin lebih banyak!