Get the Connx App

Click here to learn more

connx-coin 50

by Connx ● November 30, 2023

NASA berencana luncurkan satelit kayu untuk penerbangan lebih sustainable

● Business 5.0 0 614x bm-ic share-ic

Dalam waktu dekat, NASA dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) berniat memproduksi satelit kayu pertama dalam sejarah ke orbit. Satelit yang terbuat dari kayu disebut LignoSat. LignoSat sendiri dijadwalkan untuk meluncur ke orbit Bumi pada musim panas 2024.

Melansir dari Kompas, pembuatan satelit kayu ini adalah usaha untuk mewujudkan penerbangan luar angkasa yang lebih berkelanjutan. Saat ini, 10 persen aerosol atmosfer di stratosfer mengandung partikel logam dari wahana antariksa, termasuk satelit, hal ini diungkapkan dari penelitian terbaru oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Meski dampak jangka panjang pecahan logam tersebut belum diketahui, para ahli khawatir pecahan tersebut dapat merusak lapisan ozon bumi. Satelit kayu masih memiliki fungsi yang sama seperti satelit logam, namun lebih baik bagi lingkungan.

Produk kayu merupakan bahan yang cocok dan dapat terbiodegradasi untuk satelit masa depan karena akan terbakar menjadi abu halus ketika masuk kembali ke atmosfer bumi, meskipun tidak dapat terbakar atau membusuk di luar angkasa.

Para ilmuwan yakin satelit uji coba tersebut siap diluncurkan karena pengujian sampel kayu di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) awal tahun berjalan sukses.

“Tiga spesimen kayu diuji dan tidak menunjukkan deformasi setelah terpapar luar angkasa,” kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun lingkungan luar ekstrim yang melibatkan perubahan suhu signifikan dan paparan sinar kosmik intens dan partikel matahari berbahaya selama sepuluh bulan, pengujian memastikan tidak ada dekomposisi atau deformasi, seperti retak, melengkung, terkelupas, atau kerusakan permukaan,” tambah peneliti.

Para ilmuwan menyimpan tiga sampel kayu, ketiga jenis kayu itu adalah magnolia, cherry, dan birch. Ketiga sampet tersebut disimpan dalam modul ISS yang diekspos ke luar angkasa untuk menentukan kayu mana yang akan digunakan. Kemudian kayu magnolia adalah bahan pilihan para peneliti karena lebih jarang rusak selama pembuatan.

Image courtesy: Kyoto University

Satelit yang berada pada orbit bumi menjadi salah satu permasalahan yang ada saat ini. Lebih dari 9.300 metrik ton benda luar angkasa berada di orbit sekitar bumi, termasuk sampah luar angkasa seperti satelit yang sudah tidak berfungsi dan bagian-bagian roket bekas.

Satelit, yang terbuat dari logam ringan seperti aluminium dan titanium, meningkatkan kecerahan total langit pada malam hari sebesar lebih dari 10%. Kondisi ini menyebabkan polusi cahaya yang membuatnya lebih sulit untuk mendeteksi fenomena di luar angkasa.

Menurut para peneliti, satelit kayu seperti LignoSat secara teori seharusnya tidak terlalu berbahaya dibandingkan sampah luar angkasa lainnya. LingoSat kini dalam dalam tahap akhir evaluasi keselamatan dan diperkirakan akan segera menjalankan misi dengan NASA dan JAXA.

Selama minimal enam bulan, satelit akan diamati untuk menilai kinerjanya di lingkungan luar angkasa yang keras, termasuk kemampuannya dalam fluktuasi suhu.

"Sebuah satelit mengelilingi Bumi dan mengalami perbedan suhu yang sangat besar dalam waktu 90 menit. Kami tidak tahu sejauh mana satelit dapat menahan siklus perbedaan suhu yang intens dan berulang, jadi hal ini harus diselidiki," tambah Koji Murata, peneliti di Universitas Kyoto di Jepang, yang bekerja sama dalam proyek bersama NASA.

Keren sekali ya inovasinya, menurutmu, apakah satelit berbahan kayu ini merupakan ide bagus?

Rasakan pengalaman membaca yang luar biasa di Connx.id, cukup dengan menggunakan platform Connx, kamu bisa mengumpulkan koin untuk menukarkannya dengan berbagai hadiah yang unik.





 

Beri rating artikelnya!

Seberapa puaskah kamu?

coin

Selamat kamu berhasil dapetin Connx Coin! Terus explore untuk mendapatkan Coin lebih banyak!