Get the Connx App

Click here to learn more

connx-coin 50

by Connx ● November 23, 2023

Green Hydrogen bahan bakar baru, lebih murah dari BBM!

● Environment 5.0 0 706x bm-ic share-ic

PT PLN (Persero) tengah berupaya menggenjot pengembangan bahan bakar berbasis green hydrogen di Indonesia. Green hydrogen dinilai berperan penting dalam dekarbonisasi di sektor transportasi.

Pada Senin (20/11) silam, PLN baru saja meluncurkan 21 unit “Green Hydrogen Plant PLN” di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Priok, Jakarta Utara. Melansir dari Listrik Indonesia, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan komitmennya dalam mendukung penggunaan energi bersih di Indonesia. Selain dari upaya mempromosikan kendaraan listrik, PLN juga akan menggencarkan penyediaan sumber energi bersih hidrogen.

"Nah memang kalau kita melihat memang ada 2 mazhab, pertama adalah menggunakan mobil listrik yang berbasis menggunakan baterai, kedua adalah menggunakan hidrogen," ungkap Darmawan Prasodjo, dikutip dari Listrik Indonesia.

Darmawan menilai bahwa Pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan penggunaan kedua energi bersih tersebut lantaran keduanya memiliki peran yang sama pentingnya dalam pengurangan emisi serta upaya mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kita hanya menginterpretasikan saja karena kami hanya BUMN. Kelihatannya Pemerintah Indonesia mempertimbangkan dua-duanya, bukan satu tapi dua-duanya. Mobil listrik digalakkan, ekosistem hidrogen pun juga digalakkan. Mana nanti yang akan berjalan tentu saja ini akan berbasis pada technical feasibility dan juga komersial feasibility-nya dan kami siap menjalankan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra menilai kendaraan berbahan bakar hidrogen lebih hemat apabila dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ataupun kendaraan listrik sekalipun. Edwin mencontohkan, kendaraan berbahan bakar minyak dengan jarak tempuh 10 kilometer (KM) setidaknya membutuhkan konsumsi BBM 1 liter. Adapun apabila jenis BBM yang digunakan seperti RON 98, maka biaya yang perlu dikeluarkan yakni sebesar Rp 16.500 per liter. Dengan demikian, biaya yang perlu dikeluarkan setiap 1 km-nya yakni sebesar Rp 1.650. Sementara apabila menggunakan mobil listrik dengan jarak yang sama hanya menghabiskan listrik 1 Kwh dengan biaya Rp 3.700.

"Artinya satu km-nya Rp 370 kalau mobil listrik. Tetapi kalau kita memakai hidrogen yang sekarang ini, untuk 1 km yang juga bisa menempuh 10 km itu hanya Rp 3.500 artinya 1 km Rp 350, jadi penghematannya luar biasa sekali Rp 350 dibandingkan Rp 1.650 hampir 5 kali lipat penghematannya jika beralih dari mobil BBM ke hidrogen," ujar Edwin Nugraha Putra, dikutip dari CNBC Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi menilai energi hidrogen sangat bagus dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk mencapai transisi energi dan target net zero emission (NZE) pada 2060.  Menurutnya, penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar harus dimulai dari sekarang karena memiliki potensi besar untuk kedepannya. Potensi tersebut baik untuk dikonsumsi domestik maupun ekspor.

"Kita mau Indonesia maju. Untuk mencapai hal itu,  kita perlu energi baru yang affordable yang bisa kita dapatkan di sini, kita juga fokuskan kepada energi nuklir, hidrogen, dan amonia," ujar Yudo dalam acara UOB Gateway to ASEAN Conference 2023, dikutip dari Katadata.

Beri rating artikelnya!

Seberapa puaskah kamu?

coin

Selamat kamu berhasil dapetin Connx Coin! Terus explore untuk mendapatkan Coin lebih banyak!